JUAL BELI YANG SELALU UNTUNG

JUAL BELI YANG SELALU UNTUNG

 

JUAL BELI YANG SELALU UNTUNG atau Berniaga adalah salah satu usaha untuk menjemput rezki Allah Swt. Kata berniaga inipun sudah tidak asing lagi di telinga maupun di benak kita. Di zaman Nabi Muhammad saw berdagang itu sudah familiear. Di dalam berniaga dari dua belah pihak pun berharap sama-sama mendapatkan untung. Baik penjual ingin mendapatkan untung dari barang yang dijual, begitu pula pembeli ingin mendapatkan barang yang dibelinya memuaskan sesuai dengan yang di harapkan. Berniaga memilik potensi untuk rugi. Jadi namanya berniaga itu kadang  kalanya  kita untung kadang kita rugi. Namun kitakan inginya selalu untung terus?La trus gimana caranya agar untung terus?ada gak ya jual beli yang untung terus?

Allah SWT berfirman :

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh.(Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamulakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.”(At Taubáh: 111)

 

 jual beli dalam islam

Iya betul, kita jual beli sama Allah aja pasti untung trus kagak ada ruginya, Dalam firmannya diatas Allah menawarkan kepada kita untuk jual beli dengan-NYA. Yang pasti kita tak akan kecewa. Karena janji Allah itu pasti ditepati dan tak sama dengan janjinya pak. RT, Bupati, President, karena janji-janji manusia itu kadang lupa, kadang pura-pura lupa, dan yang pasti ada potensi untuk tak ditepati. Mari kita belajar dari kisah Utsman bin Affan RA ketika berniaga :

Ketika kota Madinah ditimpa kemarau panjang, harga-hargà barang keperluan di pasar mulai meninggi. Sementara itu persediaan makanan semakin berkurangan. Di saat krisis seperti itu datanglah serombongan kafilah dagang dengan puluhan ekor unta yang membawa màkanan, tepung, gandum, minyakzaitun, dan lain-lain dalam jumlah yang cukup untuk selüruh penghuni Madinah. Para pedagang mulai sibuk mencari siapa pemilik barang dagangan itu. Mereka segera menyambut barang tersebut dengan harapan mendapat kesempatan sebagai pengedar. Setelah di selidiki ternyata Utsman bin Affan RA pemiliknya. Mereka segera menawarkan tawaran keuntungan kepada Utsman bin Affan RA.

“Saya siap memberi anda 4 persen”, kata salah seorang mereka,

“Saya beri 5 persen!”,

“Saya 10 persen”.

“Saya berani 20 persen”, kata mereka menawarkan pemberiannya.

Utsman bin Affan RA tersenyum melihat tingkah laku para pedagang itu.

Beliau berkata, “Saya akan menjualnya kepada pemberi keuntungan tertinggi”.

“Berapa keinginanmu?”,tanya para pedagang itu.

“Siapa yang dapa tmemberi 700 kali lipat akan aku berikan”, kata Utsman bin Affan RA

.Para pedagang itu terdiam semua karena terkejut dengan permintaan Utsman bin Affan RA. “Nah, para pedagang sekalian”, kata Utsman bin Affan RA,

hukum jual beli

“Saksikanlah. Saya akan menjual barang- barang ini kepada Allah yang memberi pahala 700 kali lipat, bahkan berlipat ganda lebih dari itu. Tidakkah kalian dengar firman Allah SWT :

”Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat. (Al Baqarah: 265)

Kisah Utsman bin Affan RA diatas baru segelintir contoh sikap orang beriman dalam mencari ridha Allah, beliau berkeyakinan bahwa Allah akan memberikan pahala berlipat ganda terhadap pengorbanannya, menolong warga Madinah yang menghadapi kemarau panjang dengan pahala berlipat ganda. Inilah kisah para sahabat tak tanggung-tanggung dalam mencari cinta Allah. Rela memberikan semua nya secara cuma-cuma kepada seluruh warga madinah. Karena keyakinannya yang benarlah membuat Ustman bin Affan mau melakukannya, bahwa ketika kita sedekah karena ridha Allah, maka akan bertambah banyak dan bertambah berkah bagaikan sebuah kebun yang terletak didataran tinggi yang menghasilkan buah dua kali lipat.